5 Inspirasi Chic Airport Style: Tetap Stylish dan Nyaman Saat Traveling

Siapa yang sudah rindu untuk segera mengemas koper dan pergi berlibur? Saya pribadi sudah sangat siap untuk sebuah petualangan baru dan suasana segar di luar rutinitas harian. Namun, ada satu hal yang seringkali terlupakan dalam perencanaan liburan, padahal memegang peranan penting dalam mood kita sejak awal perjalanan: gaya berpakaian di bandara. Menemukan keseimbangan antara kenyamanan untuk duduk berjam-jam di pesawat dan keinginan untuk tampil modis adalah inti dari chic airport style yang kini kembali menjadi tren besar di kalangan pecinta fashion dunia maupun tanah air.

Mengapa Gaya Bandara Kembali Menjadi Sorotan Utama?

Dulu, gaya bandara mungkin identik dengan celana training yang longgar atau bahkan pakaian tidur bagi sebagian orang. Namun, seiring dengan meningkatnya tren “travel content” di media sosial seperti Instagram dan TikTok, terminal keberangkatan kini telah bertransformasi menjadi runway pribadi bagi banyak traveler. Berdasarkan statistik industri fashion global, kategori “travel wear” atau pakaian perjalanan mengalami pertumbuhan pesat sekitar 6,5% setiap tahunnya. Konsumen kini lebih mencari pakaian yang multifungsi—pakaian yang cukup nyaman untuk tidur di pesawat, namun tetap terlihat “presentable” saat mendarat dan bertemu orang baru.

Di Indonesia sendiri, tren ini sangat terasa. Dengan selesainya renovasi Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang estetik, minat masyarakat untuk melakukan sesi foto OOTD (Outfit of the Day) sebelum terbang meningkat drastis. Brand lokal Indonesia pun mulai melirik peluang ini dengan merilis koleksi khusus “loungewear” yang didesain tetap rapi untuk digunakan bepergian keluar rumah. Chic airport style bukan lagi soal pamer kemewahan, melainkan soal efisiensi, fungsionalitas, dan tentu saja, kepercayaan diri.

1. The Monochromatic Knit Set: Kenyamanan Maksimal yang Elegan

Opsi pertama dalam chic airport style yang wajib Anda coba adalah setelan rajut atau knit set monokrom. Mengapa ini menjadi pilihan utama? Bahan rajut yang lembut memberikan fleksibilitas gerakan yang sangat baik, sementara warna yang seragam dari atas ke bawah (seperti krem, sage green, atau cokelat susu) memberikan kesan tubuh yang lebih jenjang dan rapi secara instan.

Tips untuk penataannya:

  • Pilih bahan rajut yang ringan (lightweight knit) agar tidak terasa gatal atau terlalu panas saat berada di area bandara yang mungkin lembap.
  • Gunakan sepatu sneakers putih bersih atau mules untuk memberikan kesan yang lebih santai namun tetap terarah.
  • Tambahkan perhiasan minimalis seperti anting hoop kecil untuk memberikan sentuhan mewah pada setelan santai Anda.
Baca Juga :  11 Tren Resort 2026: Cara Mengatasi Winter Blues dengan Gaya Fashion Terkini

Banyak brand lokal seperti Shop At Velvet atau Cotton Ink seringkali merilis koleksi knit set yang sangat cocok dengan iklim tropis Indonesia, sehingga Anda tetap merasa sejuk di luar pesawat namun tetap hangat saat terpapar AC kabin.

2. Oversized Blazer dan Leggings: Definisi “Quiet Luxury” di Udara

Blazer mungkin terdengar terlalu formal untuk penerbangan, namun dalam konteks chic airport style, blazer oversized adalah senjata rahasia. Dengan memadukan blazer bersama leggings berkualitas tinggi dan kaus putih polos, Anda menciptakan kontras antara gaya profesional dan gaya santai yang sangat menarik.

Kenapa Kombinasi Ini Berhasil?

Blazer berfungsi sebagai pengganti jaket yang jauh lebih berkelas. Jika Anda harus segera menghadiri pertemuan atau makan siang setibanya di destinasi, Anda sudah siap tanpa perlu mengganti pakaian secara total. Pastikan leggings yang Anda pilih memiliki bahan yang tebal (tidak menerawang) dan memiliki daya tekan yang nyaman untuk membantu sirkulasi darah di kaki selama penerbangan panjang.

3. Wide-Leg Trousers dan Soft Tee: Gaya Klasik yang Tak Lekang Waktu

Jika Anda bukan penggemar leggings, celana kain berpotongan lebar atau wide-leg trousers adalah alternatif terbaik untuk tetap tampil chic. Celana ini memberikan ruang gerak yang luas bagi kaki Anda, sangat berbeda dengan skinny jeans yang bisa terasa menyesakkan setelah duduk selama dua jam.

Cara Mengaplikasikannya:

  • Padukan dengan kaus berbahan katun organik yang menyerap keringat.
  • Masukkan bagian depan kaus (tuck-in) untuk menegaskan garis pinggang agar postur tubuh tetap terlihat bagus.
  • Gunakan ikat pinggang kulit yang simpel jika ingin tampil sedikit lebih formal.

Gaya ini sangat populer di kalangan selebriti saat ini karena memberikan kesan “effortless” atau tampil keren tanpa terlihat seperti sedang berusaha terlalu keras. Celana berbahan linen juga bisa menjadi pilihan tepat jika Anda terbang menuju destinasi pantai seperti Bali atau Labuan Bajo.

4. Denim with a Twist: Mencari Kenyamanan dalam Celana Jeans

Banyak orang menghindari jeans saat terbang, namun chic airport style modern membuktikan bahwa jeans tetap bisa nyaman. Kuncinya adalah memilih potongan yang tepat. Hindari celana jeans ketat dan beralihlah ke model “mom jeans”, “boyfriend jeans”, atau “relaxed fit” yang memiliki kandungan sedikit stretch.

Untuk melengkapi gaya ini, Anda bisa menggunakan sweater rajut tipis yang disampirkan di bahu. Gaya “preppy” ini sangat fungsional; sweater tersebut bisa Anda gunakan saat merasa dingin di pesawat, dan menjadi aksesori gaya saat berjalan di terminal. Padukan dengan sepatu loafers untuk sentuhan akhir yang lebih matang dibandingkan sekadar memakai sneakers biasa.

Baca Juga :  6 Tren Elevated Basics Fashion 2026: Rahasia Tampil Chic ala Londoner yang Cocok di Indonesia

5. Layering dengan Trench Coat atau Kardigan Panjang

Teknik layering adalah inti dari setiap chic airport style yang sukses. Suhu di bandara dan di dalam pesawat seringkali sangat berbeda jauh. Membawa luaran (outerwear) yang mudah dilepas pasang adalah sebuah keharusan. Trench coat ringan memberikan nuansa ala fashionista Paris atau London, sementara kardigan panjang memberikan kesan yang lebih hangat dan homey.

Penggunaan layer tidak hanya soal fungsi, tetapi juga dimensi. Dengan pakaian berlapis, Anda bisa menyembunyikan pakaian dalam yang mungkin terlalu santai. Selain itu, kantong besar pada trench coat sangat berguna untuk menyimpan paspor, tiket, dan ponsel agar mudah diakses tanpa harus terus-menerus membuka tas tangan Anda.

Tips Tambahan: Alas Kaki dan Aksesori yang Tepat

Selain pakaian, pemilihan alas kaki sangat krusial dalam chic airport style. Proses pemeriksaan keamanan (TSA) seringkali mengharuskan kita melepas sepatu. Oleh karena itu, pilihlah sepatu yang mudah dilepas (slip-on) seperti loafers, mules, atau sneakers dengan tali yang tidak rumit. Hindari sepatu boot dengan banyak ritsleting atau tali yang tinggi karena hanya akan menghambat antrean di belakang Anda.

Jangan lupakan tas tangan. Sebuah tote bag besar berbahan kulit atau kanvas premium adalah teman terbaik traveler. Tas ini mampu menampung laptop, botol minum kosong (yang bisa diisi ulang setelah pemeriksaan), serta perlengkapan mandi ukuran travel. Investasi pada satu tote bag berkualitas akan meningkatkan keseluruhan estetika gaya bandara Anda secara signifikan.

Waktunya Siapkan Koper dan Tampil Menawan!

Pada akhirnya, chic airport style adalah tentang bagaimana Anda menghargai diri sendiri selama perjalanan. Saat kita merasa tampil rapi dan menarik, kepercayaan diri kita pun meningkat, dan hal ini seringkali membuat pengalaman perjalanan menjadi lebih menyenangkan dan minim stres. Tidak perlu membeli semua koleksi baru; seringkali gaya ini bisa diciptakan dengan memadu-padankan apa yang sudah ada di lemari Anda dengan sedikit kreativitas.

Jadi, untuk penerbangan Anda berikutnya, apakah Anda akan memilih kenyamanan set rajut atau ketegasan sebuah blazer? Apapun pilihannya, pastikan pakaian tersebut mencerminkan kepribadian Anda. Selamat berlibur, dan sampai jumpa di terminal dengan penampilan terbaik Anda!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *