Dunia mode internasional saat ini sedang berada dalam masa transisi yang sangat menarik, terutama dengan berlangsungnya pekan mode pria Fall/Winter 2026 di Milan dan Paris. Samuel Hine, koresponden fashion global dari GQ, baru-baru ini memberikan gambaran yang sangat mencerahkan melalui podcast ‘The Run-Through’ mengenai arah gerak Tren Fashion Pria 2026. Tren ini bukan hanya sekadar soal apa yang dipakai di atas panggung, tetapi mencerminkan perubahan gaya hidup pria modern yang menginginkan keseimbangan antara kenyamanan maksimal dan estetika yang tajam. Bagi kita di Indonesia, memahami tren ini sangatlah krusial agar tetap relevan dalam mengekspresikan diri tanpa harus terlihat berlebihan.
Evolusi Gaya dari Runway Milan dan Paris ke Lemari Pakaian Kita
Panggung Milan dan Paris selalu menjadi kiblat utama. Tahun ini, kita melihat pergeseran yang signifikan dari gaya streetwear yang sangat kasual menuju sesuatu yang lebih terstruktur namun tetap santai. Samuel Hine mencatat bahwa desainer mulai meninggalkan logo yang mencolok dan lebih fokus pada kualitas potongan serta material. Hal ini menandakan bahwa pria di tahun 2026 akan lebih menghargai “keheningan” dalam berpakaian—sebuah konsep yang sering disebut sebagai luxury yang bersahaja.
Di Milan, rumah mode besar seperti Prada dan Zegna menunjukkan betapa pentingnya tekstur. Kain wol yang lembut, kasmir, dan penggunaan kulit yang diproses secara etis menjadi bintang utama. Sementara itu, di Paris, nuansa avant-garde tetap terasa namun lebih fungsional. Ini adalah kabar baik bagi pecinta fashion di Indonesia, karena banyak dari elemen ini yang bisa kita adaptasi ke dalam gaya harian yang lebih praktis.
Tren Utama yang Bakal Mendominasi di Tahun 2026
Jika Anda ingin memperbarui koleksi pakaian, ada beberapa pilar utama yang perlu Anda perhatikan. Berikut adalah beberapa tren yang diprediksi akan meledak:
- Soft Tailoring: Setelan jas tidak lagi kaku. Potongan bahu yang lebih turun (dropped shoulders) dan celana dengan potongan lebar (wide-leg trousers) memberikan kesan elegan namun tetap rileks.
- Modern Workwear: Pakaian kerja yang terinspirasi dari seragam teknis atau montir, namun dengan material premium. Kantong fungsional (utility pockets) akan ada di mana-mana.
- Grandpa Core: Gaya ala kakek-kakek yang vintage, seperti kardigan rajut bermotif, rompi wol, dan kacamata berbingkai besar, kembali menjadi favorit karena memberikan kesan hangat dan berkarakter.
- Earth Tones & Rich Textures: Warna-warna seperti cokelat tanah, hijau zaitun, krem, dan burgundi akan mendominasi palet warna tahun 2026.
Tailoring yang Lebih Luwes untuk Pria Indonesia
Mungkin banyak pria Indonesia merasa setelan jas lengkap terlalu panas untuk iklim tropis. Namun, Tren Fashion Pria 2026 menawarkan solusi melalui penggunaan bahan linen dan katun poplin yang ringan. Anda bisa menggunakan blazer tanpa lapisan dalam (unstructured blazer) yang dipadukan dengan kaos polos berkualitas tinggi. Gaya ini sangat cocok untuk menghadiri acara pernikahan atau pertemuan bisnis di Jakarta yang memerlukan kesan formal namun tetap ingin merasa sejuk.
Kebangkitan Tekstil Berkelanjutan
Salah satu poin penting yang dibahas dalam industri fashion pria saat ini adalah keberlanjutan. Statistik menunjukkan bahwa lebih dari 60% konsumen pria generasi milenial dan Gen Z lebih memilih brand yang transparan mengenai rantai pasokannya. Di Indonesia, kesadaran ini mulai tumbuh pesat. Banyak brand lokal yang kini menggunakan pewarna alami dan serat organik, yang sejalan dengan tren global yang menekankan pada etika produksi.
Statistik dan Pertumbuhan Fashion Pria
Industri fashion pria global diprediksi akan terus tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 4,5% hingga tahun 2028. Hal yang menarik adalah kategori pakaian pria kini tumbuh lebih cepat dibandingkan pakaian wanita di beberapa pasar tertentu. Di Indonesia sendiri, data dari kementerian terkait menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif, termasuk fashion, memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB nasional.
Pria Indonesia kini lebih berani mengeksplorasi gaya. Jika dulu pilihan terbatas pada kemeja batik atau kaos oblong, sekarang pasar untuk desainer pria lokal seperti Aesthetic Pleasure atau Danjyo Hiyoji terus meningkat. Hal ini membuktikan bahwa selera fashion pria di tanah air sudah semakin matang dan siap menerima tren-tren baru dari kancah internasional.
Cara Mengadaptasi Tren 2026 dengan Brand Lokal
Anda tidak harus selalu membeli brand luar negeri yang mahal untuk mengikuti Tren Fashion Pria 2026. Banyak brand lokal Indonesia yang memiliki kualitas jempolan dan sudah menerapkan tren serupa. Berikut tips untuk memulainya:
- Cari Versi Lokal: Untuk tren utility wear, brand seperti Elhaus atau Mischief Denim sering mengeluarkan koleksi yang sangat kental dengan nuansa teknis dan fungsional.
- Mainkan Tekstur: Gunakan kemeja berbahan corduroy atau rajutan tipis yang banyak tersedia di pasar lokal. Ini memberikan dimensi pada penampilan Anda tanpa terlihat terlalu tebal.
- Aksesori adalah Kunci: Tren 2026 menekankan pada penggunaan tas selempang kecil (sling bags) yang fungsional dan sepatu loafer dengan sol tebal. Ini sangat mudah ditemukan dan diaplikasikan dalam gaya sehari-hari.
Menghadapi Tantangan Iklim
Kunci dari mengadopsi fashion internasional di Indonesia adalah “layering yang cerdas”. Gunakan lapisan pakaian yang tipis sehingga Anda bisa melepasnya kapan saja saat cuaca menjadi sangat panas. Misalnya, memadukan kemeja flanel tipis di atas kaos tanpa lengan (tank top) yang sedang populer kembali di kalangan pria yang menyukai gaya edgy.
Fashion Sebagai Investasi Diri
Memilih pakaian bukan hanya soal mengikuti apa yang sedang viral di media sosial. Seperti yang ditekankan oleh Samuel Hine, fashion adalah tentang bagaimana Anda merepresentasikan diri kepada dunia. Investasikan uang Anda pada beberapa item “timeless” yang berkualitas tinggi daripada membeli banyak pakaian murah yang cepat rusak (fast fashion). Sebuah jaket kulit berkualitas atau sepasang sepatu boots yang kokoh akan tetap terlihat keren hingga 10 tahun ke depan, melampaui siklus tren tahunan.
Langkah Baru untuk Gaya yang Lebih Berkarakter
Memasuki tahun 2026, fashion pria bukan lagi tentang aturan yang kaku, melainkan tentang kebebasan berekspresi yang terukur. Dengan mengambil inspirasi dari runway Milan dan Paris, kita bisa memodifikasi elemen-elemen tersebut agar sesuai dengan kepribadian dan kondisi lingkungan kita di Indonesia. Ingatlah bahwa kunci utama dari gaya yang baik adalah rasa percaya diri. Apapun yang Anda kenakan, jika Anda merasa nyaman dan memahami alasan di balik pilihan tersebut, maka gaya Anda akan terpancar secara natural. Jadi, siapkah Anda untuk mengeksplorasi lemari pakaian Anda dan mencoba sesuatu yang baru di tahun 2026 ini? Mari mulai dengan langkah kecil, dukung brand lokal, dan tetap jadilah versi terbaik dari diri Anda sendiri.

